Minggu, 07 Oktober 2012

Tentang Aku, Kau dan Dia

Diposting oleh Funny_2204 di 05.36 0 komentar


Mungkin sampai mati aku hanya bisa berharap, walaupun aku tahu pasti harapan itu hanya sekedar harapan kosong.
Semua berawal dari keisenganmu. Kau pandai bergaul dengan siapa saja termasuk aku. Karena hari-hari yang kita lalui bersama, tak tersadari telah datangkan rasa itu. Rasa yang tak kumengerti, tak tahu pasti apa itu artinya. Semakin ku selidiki, namun saat aku sadar mengapa perih yang kurasa. Rasa ini membuatmu jauh dariku, bukan ini yang kuinginkan. Kau mengelak, tak terima atas ketulusanku.
Dan kini, yang semakin membuatku hancur, dia kembali ke dalam kehidupanmu. Mencampur adukan akal sehatku yang belum sempat pulih tuk menerima keputusanmu yang tak sejalur dengan inginku. Ku mohon, jangan kau kembali padanya. Ingatkah engkau ketika kau sakit karenanya? Tak ingin ku melihat air mata itu kembali membasahi pipimu. Aku enggan jika kau menghampiriku hanya dengan namanya yang kau sebut.
Sadar, sadarlah...semoga ada yang jauh lebih baik dari aku dan dia.

Sabtu, 06 Oktober 2012

Sohib

Diposting oleh Funny_2204 di 01.48 0 komentar

STOP !!

Diposting oleh Funny_2204 di 01.13 0 komentar
Caramu menyakitiku sungguh indah, pelan-pelan tapi pasti. Semua telah terjadi, dan kini segalanya telah menjadi kenangan. Perih rasa untuk mengingatnya. Tak ingin diingat, tapi tak sengaja teringat. Kau bagaikan debu. Walapun berhasil dibersihkan, tapi debu itu datang kembali mengotori setiap tempat kapanpun dan dimanapun. Seolah-olah kau hidup di dunia ini hanya untuk menghantuiku. Tolong, jangan kau datangkan kembali virus yang dulu sempat muncul menggerogoti bathinku. Aku akan cegah, kan ku konsumsi antibiotik penolak bala dari rayuanmu.

Ku pinta kau untuk jauh, dan hentikan langkahmu. Jangan kau mundur kembali. Majulah sana mengejar impian terakhirmu bersamanya. Jangan kau bawa aku ke dalam setiap akal busukmu yang sungguh tak berarti jika kau berpikir dan menghayati bahwa kau hidup di dunia bukan hanya untuk itu.

Memori yang Tersisa

Diposting oleh Funny_2204 di 00.45 0 komentar
selama ini aku hanya mencoba menutupi rangkaian rindu yang tersusun dalam hati
mencoba menyelimuti kekesalan yang menderu ketika teringat masa lalu bersamamu
selalu saja terlintas harapan akan kembalinya kisah kita yang dulu, menghampiriku dengan tanpa permisi. namun harus kucegah itu.
jujur, sampai saat ini…kamulah yang selalu terpahat dalam benakku, walau kaulah yang kini mengisi sebagian relung kebencianku
benci yang tak memusnahkan rasa sayangku padamu. aku tetap peduli padamu. di kala tingkah lakumu yang layaknya bocah, do’aku tetap selalu untuk kebaikanmu.
yang aku ingin tanyakan„ kapankah semua tentangmu total terhapus ?

Sadar Diri

Diposting oleh Funny_2204 di 00.43 0 komentar
demi Tuhan„
aku tak pernah mendoakan perpisahan yang terjadi antara kau dan dia
karena aku tahu pasti kau akan sedih melewatinya
sungguh, aku sangat ingin menghiburmu sekedar mengobati luka
namun, aku rasa itu tak mungkin
aku tahu ada yang lain yang dapat lakukan itu untukmu
yang lebih baik dariku menurutmu
yang lebih pantas bagimu
saat aku sadar itu, ikhlas yang perlu kuturuti

Semoga Kamu Mengerti

Diposting oleh Funny_2204 di 00.39 0 komentar

Terkadang kesalah pahaman memang senantiasa terjadi. Atau bahkan memang selalu terjadi selama kita hidup di dunia ini. Dan untuk kali ini, salah paham yang aku alami sungguh membuat jantung ini berdetak tidak karuan, otak berpikiran tak menentu, sungguh, aku..aku sangat menyesal dengan apa yang terjadi.
Periode yang lalu, tak semua kau ingat. Yang kau pikirkan hanyalah tentang bagaimana aku begitu mendekatimu. Aku yang salah, salah paham. Heran.
Kadang, dengan tidak masuk akalnya aku berpikir, “I need a time machine..”. Ya..sungguh hal yang mustahil. Ingin kuputar kembali waktu, waktu saat kita bertemu. Waktu dimana engkau memulai semuanya. Ingin sekali kau mengingat semuanya, bahwa bukan aku yang bersalah. Dan yang ku butuhkan dari berputarnya waktu, adalah harapan ku agar aku tidak mengikuti alur yang kau buat. Tapi seperti pepatah bilang, nasi sudah menjadi bubur. Ini sudah takdirku.
Setidaknya aku ingin kamu sadar, bahwa tidak sepenuhnya ini salahku. Di sini aku hanya sebagai kambing hitam, yang kau beri tahu, “kamu tidak seharusnya sesakit yang Si “E” rasakan..kalau kamu merasa demikian, itu terlalu aneh!”
okay, it’s okay…aku salah mengenalmu. aku salah dekat denganmu. aku salah selalu menuruti apa keinginanmu. aku salah untuk…untuk dekat dengan pria seperti kamu.
Dan sekarang seakan-akan aku yang telah merusak silaturahmi di antara kita. Aku harus selalu bisa menerima ini semua.
Untuk selanjutnya, mungkin memang tidak akan pernah ada kita yang seperti dulu. Aku harap sikap egoismu kelak hilang. Jangan lakukan hal yang serupa pada perempuan manapun lagi. Ingat, selamanya kita tidak akan pernah bisa menjadi SAHABAT yang engkau inginkan dulu.
 

Aufklarung Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea