Periode yang lalu, tak semua kau ingat. Yang kau pikirkan hanyalah tentang bagaimana aku begitu mendekatimu. Aku yang salah, salah paham. Heran.
Kadang, dengan tidak masuk akalnya aku berpikir, “I need a time machine..”. Ya..sungguh hal yang mustahil. Ingin kuputar kembali waktu, waktu saat kita bertemu. Waktu dimana engkau memulai semuanya. Ingin sekali kau mengingat semuanya, bahwa bukan aku yang bersalah. Dan yang ku butuhkan dari berputarnya waktu, adalah harapan ku agar aku tidak mengikuti alur yang kau buat. Tapi seperti pepatah bilang, nasi sudah menjadi bubur. Ini sudah takdirku.
Setidaknya aku ingin kamu sadar, bahwa tidak sepenuhnya ini salahku. Di sini aku hanya sebagai kambing hitam, yang kau beri tahu, “kamu tidak seharusnya sesakit yang Si “E” rasakan..kalau kamu merasa demikian, itu terlalu aneh!”
okay, it’s okay…aku salah mengenalmu. aku salah dekat denganmu. aku salah selalu menuruti apa keinginanmu. aku salah untuk…untuk dekat dengan pria seperti kamu.
Dan sekarang seakan-akan aku yang telah merusak silaturahmi di antara kita. Aku harus selalu bisa menerima ini semua.
Untuk selanjutnya, mungkin memang tidak akan pernah ada kita yang seperti dulu. Aku harap sikap egoismu kelak hilang. Jangan lakukan hal yang serupa pada perempuan manapun lagi. Ingat, selamanya kita tidak akan pernah bisa menjadi SAHABAT yang engkau inginkan dulu.

0 komentar:
Posting Komentar